Carbon Credit: Apa Itu?
Carbon credit (kredit karbon) adalah satuan yang mewakili pengurangan, penghindaran, atau penyerapan satu ton karbon dioksida (CO₂) atau emisi gas rumah kaca ekuivalennya (CO₂e).
Reza
9/11/20254 min read


Ada dua jenis pasar utama di mana carbon credit diperdagangkan:
Pasar kepatuhan (compliance market) — di mana regulasi atau kewajiban pemerintah menetapkan batas emisi. Pelanggarannya harus membeli kredit karbon. NValue+1
Pasar sukarela (voluntary carbon market, VCM) — perusahaan atau organisasi membeli kredit karbon secara sukarela untuk mencapai target iklim, reputasi, atau untuk memenuhi tuntutan pemangku kepentingan. Climate Impact+2Montel Energy+2
Proyek yang menghasilkan carbon credit bisa sangat beragam, misalnya:
Energi terbarukan (solar, angin, hidro, bioenergi) yang menggantikan pembangkit berbahan fosil. Carbon Credits+2Carbon Credits+2
Efisiensi energi. Carbon Credits+1
Penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture & storage, CCS). arXiv+1
Proyek berbasis alam seperti penghijauan, reforestasi, restorasi lahan gambut. Climate Impact+1
Bagaimana Carbon Credit Dilihat dari Sudut Energi Terbarukan
Energi terbarukan punya hubungan yang erat dengan mekanisme carbon credit. Berikut beberapa aspek:
Sumber pendanaan tambahan: Proyek energi terbarukan, khususnya di negara berkembang, sering terkendala dana awal yang besar. Pendapatan dari penjualan kredit karbon memberi insentif finansial tambahan yang bisa mempercepat pembangunan proyek tersebut. Carbon Credits+1
Menurunkan biaya relatif: Dengan adanya insentif karbon, energi terbarukan bisa lebih kompetitif dibanding bahan bakar fosil, terutama bila regulasi atau pajak karbon diberlakukan. Carbon Credits+1
Co-benefit: Selain pengurangan emisi, proyek energi terbarukan sering membawa manfaat tambahan seperti penciptaan lapangan kerja lokal, akses listrik di daerah terpencil, peningkatan kesehatan melalui pengurangan polusi udara, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Carbon Credits
Teknologi lebih inovatif: Tekanan terhadap target rendah karbon dan mekanisme kredit mendorong penggunaan teknologi seperti penyimpanan energi (battery storage), integrasi micro-grid, dan penggunaan energi terbarukan untuk keperluan non-listrik (seperti pemanasan, transportasi). Ini memperluas jangkauan dan dampak energi terbarukan. Montel Energy+2arXiv+2
Dampak terhadap Lingkungan
Beberapa manfaat lingkungan dari carbon credit terkait energi terbarukan:
Pengurangan Gas Rumah Kaca (GRK): Dengan menggantikan pembangkitan listrik berbasis fosil dengan energi bersih, emisi GRK bisa ditekan.
Pelestarian ekosistem & keanekaragaman hayati: Proyek seperti reforestasi atau restorasi lahan gambut juga menyertakan elemen karbon, sehingga habitat dan ekosistem bisa pulih atau dijaga.
Kualitas udara dan kesehatan: Kurangnya pembakaran bahan bakar fosil mengurangi polusi seperti partikulat, NOₓ, SO₂, yang berdampak langsung ke kesehatan masyarakat.
Adaptasi & mitigasi iklim: Penanganan emisi membantu mitigasi perubahan iklim; proyek berbasis alam juga bisa membantu adaptasi (misalnya kontrol banjir, pengendalian kebakaran lahan, stabilisasi tanah).
Dari Sudut Bisnis
Untuk perusahaan investasi energi terbarukan, carbon credit menawarkan peluang dan tantangan. Berikut beberapa poin penting:
Peluang
Sumber pemasukan tambahan: selain dari penjualan listrik/energi, kredit karbon bisa menjadi revenue stream tersendiri.
Akses ke pasar global: Dengan semakin banyak perusahaan global menetapkan target Net Zero, permintaan untuk karbon offset dari proyek kredibel meningkat. Proyek yang menghasilkan kredit karbon bisa menjual ke pembeli internasional. Carbon Credits+1
Branding & ESG: Perusahaan yang aktif dalam proyek karbon dan energi bersih akan lebih menarik bagi investor, mitra, dan konsumen, terutama yang memperhatikan environmental, social, governance (ESG).
Regulasi & kepatuhan: Di masa depan, regulasi akan semakin menuntut transparansi emisi. Perusahaan yang sudah terbiasa dengan kredit karbon mungkin lebih siap menghadapi regulasi dalam negeri maupun internasional.
Tantangan
Kredibilitas dan verifikasi: Tidak semua proyek karbon dibuat sama. Ada risiko greenwashing — misalnya proyek yang klaim pengurangan emisi tetapi tidak tambahan (would-have-happened anyway), atau kurangnya permanensi penyerapan karbon. Ceezer+1
Fluktuasi harga: Harga kredit karbon bisa sangat bervariasi tergantung permintaan, standar verifikasi, wilayah, dan kebijakan pemerintah. Ini menambah risiko investasi. Montel Energy+1
Regulasi & kerangka hukum: Di beberapa negara, mekanisme carbon credit dan perdagangan karbon masih dalam tahap penyusunan regulasi. Kekurangan kejelasan bisa menyulitkan investasi.
Co-benefits dan dampak sosial: Proyek yang bagus bukan hanya mengurangi karbon, tapi juga memperhatikan manfaat sosial dan lingkungan lokal. Untuk mendapat dukungan kerja dan regulasi, hal-ini penting.
Perkembangan Terkini & Situasi di Indonesia
Global
Pasar karbon sukarela (VCM) mengalami pertumbuhan, meskipun ada periode kontraksi dalam volume/selisih transaksi. Misalnya di tahun 2023, nilai pembelian untuk carbon offset tetap kuat meskipun volume mengalami penurunan. fairatmos.com
Standard-standard semakin ketat: lembaga verifikasi seperti Verra, Gold Standard, dan lain-lain menekankan kualitas (additionality, permanency, verifikasi independen) agar kredit karbon diakui secara kredibel. Climate Impact+1
Permintaan untuk proyek dengan co-benefits (manfaat tambahan: sosial, lingkungan, kesehatan, biodiversitas) semakin meningkat. fairatmos.com+1
Indonesia
IDXCarbon: Bursa Karbon Indonesia diluncurkan pada 26 September 2023. Perdagangan karbon (carbon trading) di IDXCarbon menunjukkan perkembangan positif. OJK Portal+1
Partisipan di awal peluncuran masih terbatas (sekitar 16), tetapi sudah meningkat menjadi sekitar 100 pengguna jasa pada akhir 2024. OJK Portal
Pemerintah telah secara resmi meluncurkan perdagangan karbon internasional melalui platform IDXCarbon sejak Januari 2025. Berkas DPR+1
Harga acuan karbon internasional di Indonesia dilaporkan sekitar Rp 96.000 sampai Rp 144.000 per ton CO₂epada awal peluncuran. Tempo
Regulasi: Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2021 tentang Penyediaan Nilai Ekonomi Karbon sebagai dasar hukum pelaksanaan nilai ekonomi karbon di Indonesia. Berkas DPR+1
Kesimpulan & Rekomendasi Untuk Perusahaan Investasi Energi Terbarukan
Sebagai perusahaan investasi yang fokus pada energi terbarukan, berikut poin-strategi yang bisa dipertimbangkan:
Pastikan proyek memiliki integritas karbon tinggi: gunakan standar sertifikasi internasional (misalnya Verra, Gold Standard, atau standar lokal yang diakui) untuk memastikan tambahan (additionality), permanensi, tidak ada double counting, dan verifikasi independen.
Fokus pada co-benefits, terutama di daerah lokal: proyek yang membawa manfaat bagi masyarakat sekitar (pekerjaan, infrastruktur, kesehatan, lingkungan) akan lebih mudah mendapatkan dukungan, regulasi, dan bisa mendapatkan nilai jual karbon yang lebih tinggi.
Integrasi pendanaan karbon ke dalam model bisnis: selain dari pendapatan jual energi, potensi pendapatan dari kredit karbon bisa menjadi bagian dari proyeksi finansial proyek.
Pantau regulasi karbon di Indonesia & internasional: mekanisme perdagangan karbon, peraturan karbon internasional (termasuk Paris Agreement, Pasal 6), dan harga karbon akan terus berubah. Strategi yang fleksibel dibutuhkan.
Transparansi dan laporan: untuk menarik investor dan mitra, perusahaan harus menyediakan laporan yang jelas tentang emisi baseline, proyeksi pengurangan emisi, audit/verifikasi, dan penggunaan kredit karbon.
Sumber Terpercaya
Climate Impact Partners — penjelasan umum tentang carbon credits. Climate Impact
CarbonCredits.com — pengaruh kredit karbon terhadap energi terbarukan global. Carbon Credits+1
IDXCarbon & laporan pemerintah Indonesia — data perdagangan karbon domestik dan internasional. OJK Portal+1
Montel Energy — peluang karbon pasar untuk pengembang energi terbarukan.
PT. Green Energy Investment
Investasi berkelanjutan untuk masa depan
Keberlanjutan
+62-21-5292-1665
© 2025. All rights reserved.


